Kamis, 22 Desember 2011

Surat Cinta Untuk Ibu


                   



Banda Aceh,21 Desember 2011
                                        Untuk Bunda ku tercinta
                                 Di
                              Istana kecil kita

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh…!
bundaku tercinta !
ku tulis surat ini dalam kerinduan yang begitu membara, ada sejuta rindu yang ku rasakan saat membayangkan senyum di bibirmu, senyum yang selalu bunda hadiahkan tiap mataku terbuka hingga terlelap kembali, tak henti-henti bunda tebarkan sejuta sayangmu untukku.
Bunda ..!
Pagi ini ku titipkan ulasan senyumku dan rasa rindu lewat desiran angin yang menyapaku, ku berharap bunda selalu menjadi bundaku yang sabar dan penuh kasih sayang, meski tanpa ku meminta bunda telah melakukan semua itu, bahkan lebih dari itu.
Bunda…!
Sekarang putrimu ini di rantau orang, mencari ilmu untuk bekal di hari kemudian. Sering sekali aku membayangkan kehadiranmu di sampingku, mengenang kebersamaan-kebersamaan yang pernah kita lalui. Bunda, izinkanku mereview sedikit tentang hidupku di atas kertas putih ini, agar setidaknya bunda tau bahwa putrimu ini sudah menjadi wanita dewasa, mungkin bunda merasa begitu cepat waktu berlalu ,18 tahun yang lalu bunda masih melihatku sebagai seorang bayi merah yang baru melihat dunia, kecil,imut,manis dan tentu saja membuatmu bahagia karena telah berhasil mempertaruhkan nyawamu untuk putri pertamamu. Sakit, lelah, perih , bercampur bahagia itulah perasaan mu saat itu. tahun pun berlalu hingga bayi kecil itu tumbuh dan mulai bertingkah lucu, semakin hari ia semakin besar dan kini, inilah dia bayi itu bunda, ia sedang menulis surat untukmu. Inilah putri kecilmu yang bunda lahirkan 18 tahun lalu,putri yang dulu bunda timang manja,putri yang dulu berlari kesana-sini,putrid yang dulu sering  gak mau mandi,  sering membuatmu terbangun di malam buta  karena tangisan ku, terganggu pula shalatmu karena tingkah ku. Maafkanku bunda..
Bunda.. ,Dalam halus dan lembutnya kasihmu membuka mataku bahwa menjadi wanita itu adalah hal terindah . bahkan bunda sama sekali tak pernah mengeluh ketika hrus mengemban tugas yang sangat berat , bunda bangun subuh-subuh sekali memasak untuk kami, lalu bergegas pergi bekerja membantu ayah menafkahi keluarga, dan sepulang dari situ bunda kembali bergemul dalam asap tungku yang menggebu untuk menyajikan makanan untuk suami dan anak-anakmu.
bunda adalah wanita hebat yang pernah ku kenal , di dalam matamu ku temukan kedamaian, dalam pelukmu ku temukan hangatnya kasih sayang,dalam tutur katamu ku temukan kelembutan, nasehat agungmu selalu menggambarkan keikhlasan, dan lewat senyummu ku tau arti cinta dan pengorbanan.
Terimakasih bunda, terimakasih telah rela merasa sakit untuk melahirkanku, terimakasih atas taruhan nyawa mu untuk nyawaku,terimakasih atas susumu untuk hidupku, terimakasih untuk jerihmu membesarkanku, terimakasih untuk keringatmu menghidupi ku, terimakasih untuk cinta dan kasihmu dalam hidupku, terima kasih….. terimalah kasih dari anandamu yang tak sempurna ini.. terimakasih bunda…! Terima kasih..!
 sejuta terimakasihku tak kan bisa membalas jasamu bunda. Maafkanku bunda, hingga detik ini ku belum bisa membalas semua cinta dan pengorbananmu, bahkan saat usia mu mulai renta aku belum bisa membuat mu bangga , aku tak bisa mengobati rasa sakitmu melahirkanku, aku tak bisa membayar setetespun susumu, dan aku tak bisa mengganti sebutirpun keringatmu bundaku.hanya ada harapan dalam hatiku untuk membahagiakanmu, mengukir senyum di bibirmu sebelum kau kembali padaNya, ku berharap pada Rabbi,Ia mengizinkanku tuk menyeka air matamu kala kau tua nanti, semoga Ia mengizinkanku memelukmu erat sebelum jasad kita terpisah, dan kelak Allah pertemukan kita sekeluarga di syurgaNya, inilah harapan tertinggiku bunda, bercanda bersamamu di taman syurgaNya.
Bunda..
Di akhir suratku ini, izinkanku mengatakan sesuatu , sebelumnya pejamkanlah matamu, rasakan kehadiranku di sampingmu meski ku jauh di sini, dengarlah baik-baik bunda, ini suara hati nanda yang terdalam, sangat dalam, I just wanna say :

“Rizka cinta bunda karena Allah…”
“ I love you mom…”
                                                                                                       
                                                                                                         Putri mu yang merindukanmu :
                                                                                                                Rizka mulya phonna

Tidak ada komentar:

Posting Komentar