Banyaknya berita di media massa tentang kasus pemerkosaan dan free sex lagi-lagi menyadarkan masyarakat kita bahwa kasus ini semakin menjamur
di tanoh reuncong, berita ini menunjukkan betapa miris dan dangkalnya moral di
Aceh saat ini. Ini bukan lah berita pertama yang di muat di media, ini adalah
berita yang kesekian kalinya di suguhkan untuk masyarakat kita. Maka ketika
Free sex mulai memasuki seluruh lapisan masyarakat Aceh mulai dari kalangan
yang berintelektual hingga ke masyarakat desa yang konon dulunya terkenal
sangat kental dengan nilai sopan santun dan agama,siapakah yang harus di
salahkan?
Sebab Terjadinya Free sex
Ketika
kita berbicara tentang free sex , secara tidak langsung kita juga berbicara
tentang moral. Moral yang semakin merosot di masyarakat kita membuat
pemuda,remaja dan bahkan orang tua kehilangan muka sehingga berani melakukan
tindakan-tidakan yang di luar norma-norma agama. Beberapa penyebab terjadinya
free sex adalah :
·
Kurangnya pendidikan agama
·
Kurangnya kontrol dari orangtua
rasulullah
SAW bersabda : “didiklah anak-anakmu karena mereka akan menghadapi suatu masa
kehidupan generasi,yang bukan lagi menjadi masa kehidupan generasimu”
·
Pengaruh media massa
·
Pacaran yang kebablasan
Itulah beberapa penyebab yang membuat
free sex semakin merajalela di kalangan masyarakat kita. Mungkin ada banyak
penyebab lain yang hari ini belum kita ketahui. Hal ini semua membutuhkan
kontrol masyarakat,khususnya orang tua dalam mengurangi faktor terjadinya free
sex di bumi serambi mekah ini.
Dampak Negatif Free Sex
Di
antara dampak buruk terjadinya free sex adalah :
·
Aborsi
Apabila
free sex telah menjalar luas dalam masyarakat maka dampak yang sangat rentan
terjadi itu adalah aborsi. Kebanyakan kaum wanita yang telah melakukan hubungan
di luar nikah melakukan aborsi dengan berbagai macam dalih, mulai dari rasa
malu dan tidak adanya tanggung jawab dari pihak pria. Mereka memilih jalan
menggugurkan kandungannya demi menutup rasa malunya kepada manusia, tanpa
merasa malu kepada Allah. Dengan hal ini maka genap lah dua dosa bersemayam
pada sang pelaku, baik dosa berzina dan dosa membunuh.
·
Putus sekolah
Dampak
lain dari free sex adalah putusnya sekolah. Bagi remaja yang melakukan free sex
dampak besar yang akan mereka dapatkan adalah putusnya sekolah,khususnya para
wanita. Bagaimana mungkin mereka bisa melanjutkan pendidikannya dengan keadaan
hamil atau jiwa yang tertekan rasa malu dan depresi. Di sisi lain pihak sekolah
biasanya akan mengeluarkan siswa atau siswi yang melanggar norma-norma.
·
Meningkatnya kriminalitas
Free sex bukan hanya memberikan dampak buruk
terhadap pelakunya, namun juga kepada orang lain. Contoh yang paling akurat
adalah aborsi. Aborsi adalah kriminal yang bisa dikatakan hasil dari free sex.
Untuk menyembunyikan rasa malu pelaku, maka mereka tidak segan-segan untuk
melakukan aborsi. Contoh lain adalah pembunuhan pasangan, sebagian pelaku
setelah melakukan free sex justru membunuh sang wanita yang di zinahinya supaya
kedoknya tidak terbuka.
·
penyebaran penyakit
Dampak
lain dari free sex adalah tersebarnya penyakit, seperti HIV,AIDS,dan banyak
lagi penyakit-penyakit lain yang bisa menular kepada orang-orang yang melakukan
free sex.
Siapakah yang patut di salahkan ? dan
apa langkah yang harus kita lakukan?
Berdasarkan fakta yang kita lihat selama
ini, mulai dari korban pemerkosaan dan pelaku free sex yang memang keinginan
sendiri ,maka timbul pertanyaan di benak hati kita. “Siapakah yang patut di
salahkan atas meningkatnya free sex di Aceh?” dan “siapa yang harus bertanggung
jawab atas merosotnya moral anak bangsa ini?”. Kita tidak bisa menyalahkan satu
pihak dalam hal ini. Namun bagaimana caranya kita turut ambil andil dan
memberikan solusi dalam memberantaskan free sex di bumi syariat ini. Sekarang
bukanlah saatnya kita saling menyalahkan tapi ini adalah saatnya kita
bersinergis untuk membersihkan kembali moral aneuk nanggroe yang kian kotor. Kita
mulai dari hal yang terkecil yaitu keluarga, dimana yang kita ketahui bahwa
peran orang tua itu sangat memberikan pengaruh yang besar terhadap akhlak sang
anak. Jika di dalam keluarga itu sudah di bentuk akhlak yang baik dengan ilmu
agama yang memadai, maka ketika sang anak bergaul dengan dunia luar , ia tidak
mudah terpengaruhi karena pondasi agamanya sudah bagus. Namun sebaliknya jika
sang anak tidak pernah di ajarkan ilmu agama di dalam keluarganya, maka ketika
ia bergaul dengan dunia luar akan sangat mudah terpengaruhi dengan hal-hal yang
melenceng dari syariat . Itulah kenapa orang tua itu harus mengajarkan ilmu
agama kepada anak-anaknya, memberikan perhatian yang cukup, serta
mengontrolnya. Selain orang tua, masyarakat dan pemerintah juga harus ikut
ambil andil dalam memberantas free sex ini . Bagi masyarakat dapat melakukan
usaha menciptakan lingkungan yang islami, mulai dari mengontrol desa dengan
cara tidak mengizinkan pasangan yang bukan mahram tinggal serumah,tidak
mengizinkan laki-laki bertamu ke rumah gadis di malam hari , dan banyak hal
lain yang bisa di lakukan masyarakat . Sebaliknya, bagi pemerintah sendiri
lebih mengokohkan syari’at yang telah terbentuk di Aceh. Dengan memberikan
hukuman bagi pelaku free sex dengan hukuman yang selayaknya, supaya menjadi
pelajaran bagi yang lain. Selain itu pemerintah juga bisa menghidupkan
majelis-majelis ilmu agama untuk menambah wawasan keislaman masyarakat. Dan
dari semua solusi di atas itu tidak akan menjadi solusi jika pribadi-pribadi
kita sendiri tidak berniat dan berusaha semaksimal mungkin untuk memberantas
free sex di tanoh reuncong ini. Sebaik-baik solusi itu adalah iman di dalam
hati masing-masing manusia, jika memang dari individu tidak ada rasa takut
kepada Allah, maka sia-sia saja usaha dari orang tua, masyarakat ,dan
pemerintah, sama sekali tidak akan membuahkan hasil karena tidak ada iman yang
membentenginya. Jika hari ini kita ingin memberantas maksiat, baik itu free
sex, narkoba,korupsi, dan lain-lain, maka mulai lah dari yang terkecil,mulailah
dari diri sendiri. Wallahu’alam.