Senin, 15 April 2013

Menjamurnya Free sex di Aceh, siapa Yang salah ?


        Banyaknya berita di media massa tentang kasus pemerkosaan dan free sex lagi-lagi menyadarkan masyarakat kita bahwa kasus ini semakin menjamur di tanoh reuncong, berita ini menunjukkan betapa miris dan dangkalnya moral di Aceh saat ini. Ini bukan lah berita pertama yang di muat di media, ini adalah berita yang kesekian kalinya di suguhkan untuk masyarakat kita. Maka ketika Free sex mulai memasuki seluruh lapisan masyarakat Aceh mulai dari kalangan yang berintelektual hingga ke masyarakat desa yang konon dulunya terkenal sangat kental dengan nilai sopan santun dan agama,siapakah yang harus di salahkan?

Sebab Terjadinya Free sex
Ketika kita berbicara tentang free sex , secara tidak langsung kita juga berbicara tentang moral. Moral yang semakin merosot di masyarakat kita membuat pemuda,remaja dan bahkan orang tua kehilangan muka sehingga berani melakukan tindakan-tidakan yang di luar norma-norma agama. Beberapa penyebab terjadinya free sex adalah :
·         Kurangnya pendidikan agama
·         Kurangnya kontrol dari orangtua
rasulullah SAW bersabda : “didiklah anak-anakmu karena mereka akan menghadapi suatu masa kehidupan generasi,yang bukan lagi menjadi masa kehidupan generasimu”
·         Pengaruh media massa
·         Pacaran yang kebablasan
       Itulah beberapa penyebab yang membuat free sex semakin merajalela di kalangan masyarakat kita. Mungkin ada banyak penyebab lain yang hari ini belum kita ketahui. Hal ini semua membutuhkan kontrol masyarakat,khususnya orang tua dalam mengurangi faktor terjadinya free sex di bumi serambi mekah ini.

Dampak Negatif Free Sex
Di antara dampak buruk terjadinya free sex adalah :
·         Aborsi
Apabila free sex telah menjalar luas dalam masyarakat maka dampak yang sangat rentan terjadi itu adalah aborsi. Kebanyakan kaum wanita yang telah melakukan hubungan di luar nikah melakukan aborsi dengan berbagai macam dalih, mulai dari rasa malu dan tidak adanya tanggung jawab dari pihak pria. Mereka memilih jalan menggugurkan kandungannya demi menutup rasa malunya kepada manusia, tanpa merasa malu kepada Allah. Dengan hal ini maka genap lah dua dosa bersemayam pada sang pelaku, baik dosa berzina dan dosa membunuh.

·         Putus sekolah
Dampak lain dari free sex adalah putusnya sekolah. Bagi remaja yang melakukan free sex dampak besar yang akan mereka dapatkan adalah putusnya sekolah,khususnya para wanita. Bagaimana mungkin mereka bisa melanjutkan pendidikannya dengan keadaan hamil atau jiwa yang tertekan rasa malu dan depresi. Di sisi lain pihak sekolah biasanya akan mengeluarkan siswa atau siswi yang melanggar norma-norma.

·         Meningkatnya kriminalitas
 Free sex bukan hanya memberikan dampak buruk terhadap pelakunya, namun juga kepada orang lain. Contoh yang paling akurat adalah aborsi. Aborsi adalah kriminal yang bisa dikatakan hasil dari free sex. Untuk menyembunyikan rasa malu pelaku, maka mereka tidak segan-segan untuk melakukan aborsi. Contoh lain adalah pembunuhan pasangan, sebagian pelaku setelah melakukan free sex justru membunuh sang wanita yang di zinahinya supaya kedoknya tidak terbuka.

·         penyebaran penyakit
Dampak lain dari free sex adalah tersebarnya penyakit, seperti HIV,AIDS,dan banyak lagi penyakit-penyakit lain yang bisa menular kepada orang-orang yang melakukan free sex.

Siapakah yang patut di salahkan ? dan apa langkah yang harus kita lakukan?
Berdasarkan fakta yang kita lihat selama ini, mulai dari korban pemerkosaan dan pelaku free sex yang memang keinginan sendiri ,maka timbul pertanyaan di benak hati kita. “Siapakah yang patut di salahkan atas meningkatnya free sex di Aceh?” dan “siapa yang harus bertanggung jawab atas merosotnya moral anak bangsa ini?”. Kita tidak bisa menyalahkan satu pihak dalam hal ini. Namun bagaimana caranya kita turut ambil andil dan memberikan solusi dalam memberantaskan free sex di bumi syariat ini. Sekarang bukanlah saatnya kita saling menyalahkan tapi ini adalah saatnya kita bersinergis untuk membersihkan kembali moral aneuk nanggroe yang kian kotor. Kita mulai dari hal yang terkecil yaitu keluarga, dimana yang kita ketahui bahwa peran orang tua itu sangat memberikan pengaruh yang besar terhadap akhlak sang anak. Jika di dalam keluarga itu sudah di bentuk akhlak yang baik dengan ilmu agama yang memadai, maka ketika sang anak bergaul dengan dunia luar , ia tidak mudah terpengaruhi karena pondasi agamanya sudah bagus. Namun sebaliknya jika sang anak tidak pernah di ajarkan ilmu agama di dalam keluarganya, maka ketika ia bergaul dengan dunia luar akan sangat mudah terpengaruhi dengan hal-hal yang melenceng dari syariat . Itulah kenapa orang tua itu harus mengajarkan ilmu agama kepada anak-anaknya, memberikan perhatian yang cukup, serta mengontrolnya. Selain orang tua, masyarakat dan pemerintah juga harus ikut ambil andil dalam memberantas free sex ini . Bagi masyarakat dapat melakukan usaha menciptakan lingkungan yang islami, mulai dari mengontrol desa dengan cara tidak mengizinkan pasangan yang bukan mahram tinggal serumah,tidak mengizinkan laki-laki bertamu ke rumah gadis di malam hari , dan banyak hal lain yang bisa di lakukan masyarakat . Sebaliknya, bagi pemerintah sendiri lebih mengokohkan syari’at yang telah terbentuk di Aceh. Dengan memberikan hukuman bagi pelaku free sex dengan hukuman yang selayaknya, supaya menjadi pelajaran bagi yang lain. Selain itu pemerintah juga bisa menghidupkan majelis-majelis ilmu agama untuk menambah wawasan keislaman masyarakat. Dan dari semua solusi di atas itu tidak akan menjadi solusi jika pribadi-pribadi kita sendiri tidak berniat dan berusaha semaksimal mungkin untuk memberantas free sex di tanoh reuncong ini. Sebaik-baik solusi itu adalah iman di dalam hati masing-masing manusia, jika memang dari individu tidak ada rasa takut kepada Allah, maka sia-sia saja usaha dari orang tua, masyarakat ,dan pemerintah, sama sekali tidak akan membuahkan hasil karena tidak ada iman yang membentenginya. Jika hari ini kita ingin memberantas maksiat, baik itu free sex, narkoba,korupsi, dan lain-lain, maka mulai lah dari yang terkecil,mulailah dari diri sendiri. Wallahu’alam.