Artinya : “Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia; Allah menghendaki agar mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (kejalan yang benar). Katakanlah (Muhammad), “Bepergianlah di bumi lalu lihatlah bagaimana kesudahan orang-orang dahulu. Kebanyakan dari mereka adalah orang-orang yang mempersekutukan (Allah).” (Q.S. Ar Rum (30) : 41-42)
sahabatku...
jika kita merenungi dan menganalisa tafsir dari ayat di atas kata perkata, maka kita akan menemukan apa sebenarnya sebab dari kerusakan-kerusakan dan bencana-bencana yang telah menimpa kita selama ini yaitu diri kita sendiri.
7 tahun yang lalu bencana dahsyat Tsunami yang telah memporak-porandakan bumi iskandar muda ini telah datang memperingati kita yang lama sekali terlena dalam mimpi-mimpi indah dunia,selama sekian lama Dia sang pemilik alam ini membiarkan kita berlari, menari, berloncat dan bermain sesuka hati hingga bahkan tanpa sadar sering sekali kita menumpahkan darah atau saling bermusuhan di bumiNya, tanpa sadar dan merasa bersalah kita terus saja bermaksiat kepadanya, seolah dengan sengaja kita menanngalkan baju keimanan kita di tengah kefanaan dunia, banyak di antara kita berjaln telnjang iman, bangga dengan kesesatan. seolah semua sibuk mengejar dunia, namun Dia sang pemilik jagat raya tetap saj membiarkan kita melakukan apa yang kita suka, Ia bahkn tak sedikitpun marah atau benci kepda kita, padahal Dia lah tuan rumah ini, yang membiarkan kita masuk, duduk, dan makan apa saja di rumahnya. lalu apa yang kita lakukan? ibarat sang tamu , pertamanya kita datang penuh dengan kesopanan dan mengagungkanNya, namun setelah ia memberikan kita kesempatan untuk menumpang di rumahNya, kita malah membuat onar, merusak apa yang ada dan bahkan kita melupakan Nya. alangkah sadisnya diri kita, pernahkah kita di posisi seperti itu? tentu saja kita akn marah besar dan mengusir tamu itu dari rumah kita, namun Ia sang maha rahim tak pernah mengusir dan menolak hambaNya, ia selalu membuka lebar pintu cintNya untuk hamba-hambaNya.
maka setelah lama Dia melihat kita mebuat onar di rumahNya, Ia datang menegur dengn lembut dan penuh cinta, tapi kita tak menghiraukanNya, hingga berapa kali Dia menegur kitalembut tetap saja kita tak mengindahkaNya. hingga hari itu tanggal 26 desember 2004 lalu ia datang menegur kita kembali dengan cara yang berbeda , Ia ingatkan kita selama ini dengan lembut tapi tak ada dari kita yang mendengar hingga hari itu Ia memperlihatkan pada kita KuasaNya, membangunkan kita dari tidur panjang. tak ada yang menyangka marahNya akan sedahsyat itu.
hari itu, semua penyesalan tak ada guna, hanya ada jerit, tangis dan duka. hanya tinggal puing-puing iman yang tersisa untuk bangkit dan bertaubat padaNya.
maka sudah pantas peringatan itu bagi kita,hamba yang sering terlupa,hamba yang sering terlena,hamba yang durhaka. maka pantaslah semua peringatan untuk kita agar tidak terlena dalam kehidupan dunia..bahkan lebih dari itu pantas untuk membngunkan kita dari buaian - buaian dunia.maka pertanyaan inilah yang harus di tanyakan pada diri kita :
"apakah kalian tidak merasa takut terhadap Allah yang bisa menjungkirbalikkan bumi, mendatangkan badai dan hujan batu?"
kita merasa nafas itu sudah menjadi hak kita, merasa air yang kita minum sudah hak kita, berjalan hak kita, mendengar berbicara, mata, mulut, tangn , kaki, telinga da seluruh tubuh serta apa yang telah menjadi milik kita, kita menganggap semua itu sudah hak kita. Padahal itu adalah karunia terbesar dariNya, itu adalah nikmat yang Allah beri tanpa kita pernah meminta.
Tanyakan pada diri kta, pernahkah kita meminta udara untuk bernafas? kaki untuk berjalan? mata untuk melihat? mulut untuk berbicara? dan nikmat -nikmat anggota tubuh lainnya.tentu kita tidak pernah meminta itu, tapi Allah memberikan kita apa yang kita butuhkan sekalipun iti tidak kita minta. namun bagaimana dengan Kita? dengan sifat kita yang sering lupa? kita hanya memberikan waktu-waktu sisa kita untukNya, shalat kadang ada kdg tidak padahal itu wajib, membaca al qur'an ketikla waktu ada waktu senggang saja, shalat tahajud ketika sekali-kali terjaga dan sisa dari tidur kita bahkan kadang tidak sama sekali,bersedekah ketika ada uang lebih, bahkan ada yang mengatakan " gak ada uang receh" (astaghfirullah), tanpa sadar kita hanya memberikan sisa-sisa dari waktu kita untukNya, seharusnya kita membuat jadwal sendiri untuk bertemu dan bercinta denganNya, seharusnya kita menyediakan waktu kita untuk berinteraksi dengan ayat2 Nya.
sekali lagi, itulah kita manusia yang hina.
sahabat di akhir tahun ini mari kita bermuhasabah mengintropeksi diri, dan mari siapkan pena mu untuk menoreh harapan-harapan baru untuk tahun depan, dekatkan kembali hati kita denganNya , siramlah kembali bibit-bibit bunga cinta ini, agar mekar dan harum di taman hatii. hidupkan kembali alarm hati yang pernah mati.





