Minggu, 04 November 2012

surat untuk murabbi


Surat untuk sang murabbi
Teruntuk seorang kakak yang telah mengetuk hatiku dengan lembut dan penuh keikhlasan..

Assalamu’alaikum..
Apa kabar kakanda tercinta ? semoga Allah senantiasa melindungimu dan melimpahkan rahmat dan nikmatNya kepadamu sekeluarga.kakakku tersayang, entah kenapa malam ini butiran itu menetes di pipiku , ada rasa sesak, haru,bahagia dan bercampur kesedihan yang mendalam. Tak tau harus mulai darimana aku bercerita, akan sosokku beberapa tahun yang lalu sebelumku mengenalmu, sebenarnya  sebelum pertemuan itu , hatiku juga pernah di ketuk oleh seorang ukhti saat aku kelas 3 aliyah, beliau mentarbiyahiku layaknya dirimu kak, tapi aku tak tau mengapa setelah itu , diri ini kembali ke gerbang jahiliyah itu. Entah mungkin hidayah Allah belum menghampiri , ato mungkin aku sendiri yang menyia-nyiakannya. Entahlah..., kakaku , sejujurnya sebelum kita bertemu di jalan ini, diri ini adalah sebutir noda di tengah lumpur hitam itu, tak tau bagaimana ku menjelaskan kejahiliahanku . namun hari itu, ketika aku menginjakkan kaki di kampus ini, dan mengikuti slah satu acara yang bernama FOSI, di situlah pertama sekali aku memandangmu, aku jatuh cinta pada kelembutanmu , pada tuturmu,pada pakaian takwa yang kau kenakan, hati ini berdesir , ketika meliht jilbab lebarmu di belai lembut angin di siang itu. Aku semakin terpesona dengan caramu berbicara pada adik-adikmu ini. Di situlah pandangan dan pertemuan pertama yang penuh berkah itu. Aku tak pernah menyangka bahwa dari sekian banyak ukhti-ukhti sholehah di situ, engkaulah yang akhirnya Allah pilihkan untuk menjadi sosok murobbi pertamaku di kampus jantong hate rakyat Aceh ini, di situlah perjalanan ini ku awali dengan seutas senyum di bibirmu membawaku terbang bersama lantunan-lantunan suci yang kau kumandangkan.
  Kakakku yang sholihah ! .Awalnya  aku menganggap pertemuan kita ini hanya pertemuan-pertemuan biasa yang akan berakhir seiring waktu berlalu. Namun ternyata aku slah . justru pertemuan dalam kelompok kecil inilah yang telah mengubah hidupku menjadi seperti sekarang ini. Aku seolah terlahir kembali dengan sosok yang berbeda , dengan wajah yang sama namun ruh dan jiwa yang baru. Awalnya aku hanya kagum pada kepribadianmu dan merasa nyaman bersamamu, namun seiring bergulirnya waktu timbullah rasa ingin menjadi sosok seprerti dirimu kak, seiring waktu berlalu, pelajaran-pelajaran ku dpatkan disini, hingga akhirnya aku mengerti bagaiman kepribadian muslimah yang sesungguhnya itu, ternyata selama ini bukannya aku ingin menjadi seperti dirimu tapi fitrahku ingin semakin dekat dengan sang pencipta dirimu dan diriku yaitu Allah swt.
Kakakku..!, Atas taufiq dan hidayah Allah serta bimbinganmu, aku jadi seperti ini. Aku bersyukur pada Allah karena ia telah mengirimmu untuk jadi pelita penerang jalanku, tidak ada maksud berlebih-lebihan atau figuritas kak, hanya ingin menyampaikan syukran jazakillah atas ilmu yang kakak berikan selama ini, semoga kelak kita di istiqomahkan hati oleh Allah di jalan yang penuh nikmat ini, semoga kelak sebagaimana kita duduk dalam lingkran ini, mudah-mudahan di jannah Nya , Allah pertemukan kita kembali dan menjadi tetangganya Rasulullah saw. Amin..amin ya rabbal ‘alamin.

                                                               Salam ukhuwah,  Adikmu
                                                                           rizka