Bunda entah kenapa malam ini, jari-jariku tak mau berhenti terus menari di atas keyboard ini menulis tentang cinta dan pengorbananmu, tapi sayang , semakin ku tulis semakin tak keluar kata-katanya,
Kau tau kenapa bunda?
Karena cintamu itu tak dapat di ungkap dengan kata-kata,
Hanya hati yang merasa dan waktu yang menjadi saksi akan besar dan susahnya dirimu membesarkanku ini,
Engkau yang rela memutuskan urat-urat rahimmu melahirkanku,
Engkau yang rela kecantikan dan kemolekan tubuhmu sirna demi memperjuangkan hidupku,
Sering kali juga karena diriku istirahatmu terganggu,
bahkan kadang kau tak khusyuk shalat karna bayi kecilmu ini terus menangis.
Maafkan ku bunda, maafkan anakmu ini..
Bunda…
izinkanku mereview sedikit tentang hidupku di atas kertas putih ini, agar setidaknya kau tau bahwa putrimu ini sudah menjadi wanita dewasa, mungkin kau merasa begitu cepat waktu berlalu ,18 tahun yang lalu kau masih melihatku sebagai seorang bayi merah yang baru melihat dunia, kecil,imut,manis dan tentu saja membuatmu bahagia karena telah berhasil mempertaruhkan nyawamu untuk putri pertamamu. Sakit, lelah, perih , bercampur bahagia itulah perasaan mu saat itu. tahun pun berlalu hingga bayi kecil itu tumbuh dan mulai bertingkah lucu, semakin hari ia semkakin besar dan kini, inilah dia bayi itu bunda, ia sedang menulis catatan untukmu. Inilah putri kecilmu yang kau lahirkan 18 tahun lalu,putri yang dulu kau timang manja,putri yang dulu berlari kesana-sini, gak mau mandi, sering membuatmu terbangun di malam buta karena tangisan ku, terganggu shalatmu karena tingkah ku. Maafkanku bunda..
Bunda.. ,Dalam halus dan lembutnya kasihmu membuka mataku bahwa menjadi wanita itu adalah hal terindah . bahkan kau sama sekali tak pernah mengeluh ketika hrus mengemban tugas yang sangat berat ,.
Bunda….
di dalam matamu ku temukan kedamaian, dalam pelukmu ku temukan hangatnya kasih sayang,dalam tutur katamu ku temukan kelembutan, nasehat agungmu selalu menggambarkan keikhlasan, dan lewat senyummu ku tau arti cinta dan pengorbanan.
Terimakasih bunda, terimakasih telah rela merasa sakit untuk melahirkanku, terimakasih atas taruhan nyawa mu untuk nyawaku,terimkasih atas susumu untuk hidupku, terimakasih untuk jerihmu membesarkanku, terimakasih untuk keringatmu menghidupi ku, terimakasih untuk cinta dan kasihmu dalam hidupku, terima kasih….. terimalah kasih dari anandamu yang tak sempurna ini.. terimakasih bunda…! Terima kasih..!
sejuta terimakasihku tak kan bisa membalas jasamu bunda. Maafkanku bunda, hingga detik ini ku belum bisa membalas semua cinta dan pengorbananmu, bahkan saat usia mu mulai renta aku belum bisa membuat mu bangga , aku tak bisa mengobati rasa sakitmu melahirkanku, aku tak bisa membayar setetespun susumu, dan aku tak bisa mengganti sebutirpun keringatmu bundaku.hanya ada harapan dalam hatiku untuk membahagiakanmu, mengukir senyum di bibirmu sebelum kau kembali padaNya, ku berharap pada Rabbi,Ia mengizinkanku tuk menyeka air matamu kala kau tua nanti, semoga ia mengizinkanku memelukmu erat sebelum jasad kita terpisah, dan kelak Allah pertemukan kita sekeluarga di syurgaNya, inilah harapan tertinggiku bunda, bercanda bersamamu di taman syurgaNya.
Bunda di akhir tulisanku ini ,izinkanku mengatakan sesuatu , sebelumnya pejamkanlah matamu, rasakan kehadiranku di sampingmu meski ku jauh di sini, dengarlah baik-baik bunda, ini suara hati nanda yang terdalam, sangat dalam, I just wanna say :
“Rizka cinta bunda karena Allah…”
“ I love you mom…”

Tidak ada komentar:
Posting Komentar