Surat untuk sang murabbi
Teruntuk seorang kakak yang telah mengetuk hatiku dengan
lembut dan penuh keikhlasan..
Assalamu’alaikum..
Apa kabar kakanda tercinta ? semoga Allah senantiasa
melindungimu dan melimpahkan rahmat dan nikmatNya kepadamu sekeluarga.kakakku
tersayang, entah kenapa malam ini butiran itu menetes di pipiku , ada rasa
sesak, haru,bahagia dan bercampur kesedihan yang mendalam. Tak tau harus mulai
darimana aku bercerita, akan sosokku beberapa tahun yang lalu sebelumku
mengenalmu, sebenarnya sebelum pertemuan
itu , hatiku juga pernah di ketuk oleh seorang ukhti saat aku kelas 3 aliyah,
beliau mentarbiyahiku layaknya dirimu kak, tapi aku tak tau mengapa setelah itu
, diri ini kembali ke gerbang jahiliyah itu. Entah mungkin hidayah Allah belum
menghampiri , ato mungkin aku sendiri yang menyia-nyiakannya. Entahlah...,
kakaku , sejujurnya sebelum kita bertemu di jalan ini, diri ini adalah sebutir
noda di tengah lumpur hitam itu, tak tau bagaimana ku menjelaskan kejahiliahanku
. namun hari itu, ketika aku menginjakkan kaki di kampus ini, dan mengikuti
slah satu acara yang bernama FOSI, di situlah pertama sekali aku memandangmu,
aku jatuh cinta pada kelembutanmu , pada tuturmu,pada pakaian takwa yang kau
kenakan, hati ini berdesir , ketika meliht jilbab lebarmu di belai lembut angin
di siang itu. Aku semakin terpesona dengan caramu berbicara pada adik-adikmu
ini. Di situlah pandangan dan pertemuan pertama yang penuh berkah itu. Aku tak
pernah menyangka bahwa dari sekian banyak ukhti-ukhti sholehah di situ,
engkaulah yang akhirnya Allah pilihkan untuk menjadi sosok murobbi pertamaku di
kampus jantong hate rakyat Aceh ini, di situlah perjalanan ini ku awali dengan
seutas senyum di bibirmu membawaku terbang bersama lantunan-lantunan suci yang kau
kumandangkan.
Kakakku yang
sholihah ! .Awalnya aku menganggap
pertemuan kita ini hanya pertemuan-pertemuan biasa yang akan berakhir seiring
waktu berlalu. Namun ternyata aku slah . justru pertemuan dalam kelompok kecil
inilah yang telah mengubah hidupku menjadi seperti sekarang ini. Aku seolah
terlahir kembali dengan sosok yang berbeda , dengan wajah yang sama namun ruh
dan jiwa yang baru. Awalnya aku hanya kagum pada kepribadianmu dan merasa
nyaman bersamamu, namun seiring bergulirnya waktu timbullah rasa ingin menjadi
sosok seprerti dirimu kak, seiring waktu berlalu, pelajaran-pelajaran ku
dpatkan disini, hingga akhirnya aku mengerti bagaiman kepribadian muslimah yang
sesungguhnya itu, ternyata selama ini bukannya aku ingin menjadi seperti dirimu
tapi fitrahku ingin semakin dekat dengan sang pencipta dirimu dan diriku yaitu
Allah swt.
Kakakku..!, Atas taufiq dan hidayah Allah serta bimbinganmu,
aku jadi seperti ini. Aku bersyukur pada Allah karena ia telah mengirimmu untuk
jadi pelita penerang jalanku, tidak ada maksud berlebih-lebihan atau figuritas
kak, hanya ingin menyampaikan syukran jazakillah atas ilmu yang kakak berikan
selama ini, semoga kelak kita di istiqomahkan hati oleh Allah di jalan yang
penuh nikmat ini, semoga kelak sebagaimana kita duduk dalam lingkran ini,
mudah-mudahan di jannah Nya , Allah pertemukan kita kembali dan menjadi
tetangganya Rasulullah saw. Amin..amin ya rabbal ‘alamin.
Salam ukhuwah, Adikmu
rizka



