Menatap dari kejauhan itu sakit..
seperti ditusuk sembilu..
seperti tergores duri
namun ini akan lebih sakit jika engkau memaksakan dirimu untuk terus memperhatikannya..
ada baiknya memperbaiki diri,
menyulam mimpi ..
menghias asa..
kelak suatu saat nanti yang dinanti kan datang dengan senyuman
pada waktu yang tepat dimana kedua tangan laki-laki hebat berjabat
mengucapkan akad dengan khidmat dan hormat..
itulah yang membuatmu berharga
menanti dalam diam
tanpa kata, tanpa mengumbar rasa
hanya terus dan terus memperbaiki diri
hingga hari itu tiba.
itulah yang membuatmu berbeda dari mereka
yang mngumbar setia
pada sesiapa saja
engkau bahkan lebih berharga kerna puasa panjangmu itu
kelak ketika berbuka
hilanglah semua dahaga
yang ada hanya kata " selamat merayakan cinta"
seperti Fatimah dan Ali yang memendam rasa dalam hati.
hingga tak ada yang tau tentang apa yang mereka rasai
masing-masing dari keduanya lebih mengedepankan cinta Ilahi
membungkus rapi dalam hati
hingga takdir mempersatukan Fatimah dan Ali
lalu Allah satukan mereka dalam gerbang suci
hingga keduanya tersipu malu
saat tau bahwa keduanya mencintai di balik tabir hati yang tak tersentuhi.
lalu Allah celupkan cinta itu hingga kenikmatan-kenikmatan terus menghampiri keduanya.
tak usah gelisah menanti
hingga rela mengorbankan harga diri
kelak pangeran atau bidadari itu pasti kan datang menghampiri
usah resah..
#tak perlu mengumbar rasa karena cinta pasti kan bertasbih pada saatnya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar