Disini (Beastudi Etos ) bukan hanya sekedar beastudi biasa, yang selesai dapat uang ya sudah tidak ada follow up nya. Itulah yang membedakan rumah kita ini dengan yang lain. Ini adalah beastudi yang membina generasi-generasi cemerlang, generasi-generasi gemilang yang siap “belajar merawat indonesia” . lembaga ini bukan hanya menonjolkan prestasi duniawi namun juga ukhrawi. Bahkan akhlak lah yang sangat di pentingkan disini. Beranjak dari situ, aku ingin mengatakan pada kalian “ sungguh, tidak lah rugi segala peraturan yang diterapkan disini, karena disini kalian bukan hanya menjadi penerima manfaat tapi kalian di didik untuk bisa memberikan manfaat”. Sejauh mana kita sudah memberikan manfaat kepada orang lain? Coba kita tanya lagi pada diri kita sendiri, atau jangan-jangan untuk diri sendiripun kita belum bermanfaat. Alangkah merugi jika demikian kiranya, semoga tidak. Kita berharap mesti belum bisa memberi banyak manfaat setidaknya kita sedang belajar memberi manfaat.
Memang terkadang tidaklah mudah untuk merubah diri, pelan-pelan dinda. Tidak perlu langsung berlari atau malah ngebut. Memang semua butuh usaha untuk hijrah ke arah yang lebih baik. Ku lihat ada usaha keras dari kalian adik-adikku untuk merubah diri menjadi lebih baik. Tak jarang aku menemukan kadang ada keluhan kecil dari kalian, teruslah bersemangat merubah diri adik-adikku, kelak usaha-usaha kalian itu akan ada buahnya. Teruslah kita memperbaiki diri bersama, mengingatkan bersama dan tumbuh bersama.
Tahukah kalian? Jika boleh aku memilih, aku akan lebih memilih menjadi etoser dibandingkan menjadi pendamping. Bukan aku mengingkari takdir atau iri kepada kalian. Aku juga ingin dibina dan disupport seperti kalian. Namun ternyata jalan hidup kita berbeda, Aku memang bukanlah dari keluarga yang kaya dan juga bukan pula dari keluarga yang kurang mampu, kehidupan keluargaku termasuk kedalam kategori cukup, meski untuk biaya awal kuliah ayahku harus morat-marit mencari pinjaman, bahkan ambil kredit dan menggadaikan sawah kami, namun karena Ayah dan ibu PNS sehingga itu membuat ayahku merasa cukup dan beliau tidak pernah mau mengurus beasiswa yang bersyaratkan dengan surat kurang mampu, beliau selalu berkata kepadaku “ masih banyak orang-orang yang lebih membutuhkan itu dari kita” berangkat dari situlah aku tak pernah mengurus beasiswa yang bersyaratkan surat kurang mampu sekalipun itu adalah beasiswa berprestasi. Namun ternyata Allah mempunyai skenario yang indah, beliau tau apa yang hambaNya butuhkan. Ia beri kan yang aku mau dengan cara yang berbeda, di semester2 tuaku di kampus, Allah meringankan beban ayahku dengan menjadikanku pendamping adik-adik etos, aku mendapatkan tempat tinggal gratis di asrama beserta juga dengan uang saku, sungguh tak pernah ku bayangkan sebelumnya. Namun dari itu semua, bukan itu yang menjadi targetku, tapi aku menemukan jiwaku disini, selain aku ingin mendapatkan hadiah unta merah dari Allah dengan berharap adanya diantara kalian mendapatkan hidayah dari Allah melalui perantara perkataan atau perbuatanku, aku juga merasa menjadi kalian, ya .. menjadi etoser, ketika kalian mengikuti pembinaan, akupun mendapatkan ilmu disitu, aku duduk dengan kalian mendengarkan pemateri berbicara. Ketika kalian Alma’tsurotan pagi, aku ikut bersama, ketika kalian bersemangat belajar menulis, akupun tak ingin ketinggalan, ketika kalian bersemangat meningkatkan amalan yaumiyah kalian, aku tak akan pernah diam bermalasan sementara kalian begitu syahdu dengan sujud panjang, lantunan qur’an dan hafalan kalian, ketika kalian bersemangat berorganisasi, aku sering membangunkan diri ketika ghirah mulai lemah. Ketika kalian bersemangat menulis mimpi-mimpi kalian dan mencoret satu-satu mimpi kalian yang telah terwujud, aku adalah orang yang paling malu jika aku masih berdiam diri. Dan yang paling sering aku lakukan adalah, mencuri ilmu, ya.. ketika orang-orang dari pusat datang pada tiap semesternya, akupun ikut nimbrung di belakang bersama kalian, sama seperti Career Plan kemarin yang diisi oleh Mas Aris. Meski aku duduk dibelakang bukan sebagai peserta tapi sebagai pendamping, namu aku merasakan diri jadi peserta, aku rasakan setiap sensasi dan mutiara hikmah dari setiap kata motivasi yang diberikan kepada kalian, aku serap hingga kedalalam palung hati. Ketika kalian tersedu menangis karena dahsyatnya doa dan muhasabah hari itu, dari sudut belakang akupun tak bisa membendungkan air mataku, aku teringat akan diri sendiri yang hingga detik ini belum bisa menyelesaikan amanah orang tua.
Begitulah aku, mencari kesempatan dalam kesempitan, sambil menyelam minum susu. Entahlah apa kata kalian, yang pasti aku tak ingin menyia-nyiakan waktu yang Allah beri untuk menimba ilmu di rumah peradaban ini bersama kalian. Posisiku memang pendamping, tapi disatu sisi aku mengannggap aku ini etoser, umurku pun tak terpaut jauh dengan kalian, bahkan jika dibandingkan dengan etoser angkatan 2011 masih banyak yang lebih tua merekanya :D, jadi maklum-maklum saja jika sesekali aku mendadak seperti anak kecil lalu tiba-tiba juga mendadak dewasa. Mungkin ini namanya tuntutan profesi . Sungguh, di rumah ini aku tumbuh dan berkembang bersama kalian, membina dan dibina, mengingatkan dan diingatkan. Sudahlah, yang terpenting dalam hidup ini adalah mensyukuri setiap nikmat yang di berikan. Allah itu maha adil, memberikan nikmat yang sama dengan jalan yang berbeda. Aku bersyukur atas anugrah ini, dan sangat berterimaksih kepada kalian semua yang telah mau membagi banyak inspirasi untukku. Luv yaa..

Tidak ada komentar:
Posting Komentar